Langsung ke konten utama

Postingan

Diskursif Si Hawa

Karya : Elmyra Amanda Dari hakikat, kita berpikir Si hawa itu menjadi tabu pada kodratnya Ranah domestik yang disudutkan padanya, menjadi ilat marjinal ranah pendidikan Padahal dengan keyakinan, mereka bis terselamatkan Rangkaian cerita kehidupan si hawa Banyak curahan hati yang terus bergema Banyak rintihan pelik yang terus menyiksa Banyak do'a yang syahdu sebab derita Ia bukan lemah Ia juga bukan amarah Ia bukan seksual Ia adalah wanita Para jiwa yang sesat mengelabui Meminta nikmat syahwat tanpa janji suci Melecehkannya, menyiksanya sesuka hati  Semacam perlakuan terhadap hewan pribadi Padahal islam menjunjung tinggi kehormatan Bak golongan priayi yang disematkan Oh sungguh naas.. Para bujang itu hilang arah Lupa atas kelahirannya Ia lahir dari rahim ibunya Malang sekali pikiran mu wahai bujang Mengadu nasib hanya hal sia-sia bagi dirimu Perilaku itu tak terjadi pada manusia biasa Menertawakan, menggoda, berlaku hal diluar nalar Membenci nasehat, mencaci petuah alim, meniadakan ...
Postingan terbaru

Semangat Juang

Karya : Elmyra Amanda Terimpit berjejal dalam ambisi yang blubuh Menjurakan hati mengikis satuan emosi karena tumbuh Sedikit-sedikit kapabilitas diredam dan terbunuh Oleh nafsu manusia seperti jeraja yang patuh Sebuah ideologi manusia Mengecam aksi untuk bertuah, yang kiranya hanya perlu bermusyawarah Satuan tubuh akan saling beriringan, saat paradigmanya ter-arah Mencapai tujuan dari sebuah perundingan, itu hal yang lumrah Apakah ada garis merah? Menyatukan isme yang berbeda memanglah sulit Kebanyakan pemikiran dikotak-an agar semakin sempit Lalu lalang ujaran pun kadang tak jadi apit Padahal sejatinya itu tak amat rumit. Dialektika dalam organisasi amat dibutuhkan Sebuah upaya gencar menikam permasalahan Mempreteli hal-hal kecil agar semakin berkeyakinan Bahwa ilahiat bisa tercapai karena perkumpulan majelis yang satu pemahaman. Rumpun satu dalam berjihad Menumpas semua akar berpikir yang tidak bersanad Tujuan kita adalah sebuah tekad Menegakan kebena...

Persahabatan

Sahabat Karya : Elmyra Amanda Pagi hari jari-jemari menuaikan sebuah aksara Menemani kenikmatan subuh sembari sabar menunggu renjana Ku panjatkan beberapa do'a lagi tersungkur menghadap pada-Nya Meminta yang sedari lama aku simpan dalam sebuah bejana Yang aku yakini kali ini aku bisa Perjuangan bukan hanya tentang mempertahankan sebuah kemenangan Atau mencari manik seliweran yang akhirnya menghasilkan cuan Tapi ini perihal do'a  dan kekuatan Disamping penaklukan ego dengan kemampuan Meyakinkan kembali bahwa kau hidup tak sendirian Aku yakin ia adalah manusia yang kucari Selalu menemani beberapa luka yang tak terobati Selalu menemani beberapa bahagia yang aku jalani Yang berjalan bersama, Yang bukan bersaing untuk siapa yang paling tinggi Manusia itu adalah sahabatku Perjuangan mendapat ilmu Perjuangan mendapat sedikit perubah haluan tunggu Membela akal sehat, menenggelamkan idealisme tentang serakah dan ketamakan ...

Tuan Pelipur Lara

elmyra.amandablogspot -ElmyraAm- Pagi hari jari-jemari menuaikan aksara Menemani kenikmatan subuh sambil menunggu renjana Ku usap lagi tangan kawanku Dan aku yakini  ia bisa Perjuangan bukan soal suara keras gencatan senjata Atau manik-manik berseliweran yang akhirnya menghasilkan cuan Tapi ini sebuah kerjasama dan kekuatan Disamping penaklukan terhebat, menyatu bersama kemampuan Meyakinkan kembali bahwa kau hidup tidak sendirian Aku yakin ia adalah manusia yang kucari selama ini Menemani setiap keluhku Selalu menemani beberapa kali kesulitanku Menemani pula banyaknya aku dengan kebahagiaanku Berjalan bersamanya Dan tidak bersaing untuk siapa yang paling depan Yaa.. Manusia itu adalah sahabatku Perjuangan mendapat ilmu Perjuangan mendapat sedikit perubah haluan Membela akal sehat, menenggelamkan idealisme tentang serakah dan ketamakan Menjalin kerja yang baik dengan ikhlas tanpa imbalan Merubah pola pikir yang dulu tidak signifikan Serta membangun ruan...

Manusia Revolusi Mental

Karya : Elmyra Amanda Rasaku berdiri di barisan para alim begitu kuat, berdegup kencang macam orang jatuh hati Lantas berpikiran, ialah dia manusia kotor hina yang selalu lancang Meski beragak-agak menjadi baik, namun orang-orang berlaga hebat dengan cibiran. Yang kiranya mereka, aku hanya si sampah jelmaan yang tabisa menjadi tokoh agama Lantas jawabanku atas perlakuan mereka? Bungkam, lagi- lagi aku bungkam bak manusia cacat wicara. Tapi sebuah sikap revolusi bermunculan, segenap raga, jiwa dan darah yang mengalir dalam tubuh membuat sebuah pergerakan. Aku bungkam, memanglah itu diriku saat lalu Namun tiba masa itu datang mempertaruhkan. Derap sayup melambai-lambai, meniadakan makna kiasan. Kini si kotor itu menjadi lillah. Dulu kehidupan kelam menjadi sebuah cerita perjalanan hidupnya. Kini ku ceritakan kehidupan si kotor yang ber-revolusi Perkenalkan! Kamo adalah manusia yang pernah melupa, bahwa tujuan hidup kami adalah mendapat keridhoan dari-Nya. Namun ke...