Karya : Elmyra Amanda Dari hakikat, kita berpikir Si hawa itu menjadi tabu pada kodratnya Ranah domestik yang disudutkan padanya, menjadi ilat marjinal ranah pendidikan Padahal dengan keyakinan, mereka bis terselamatkan Rangkaian cerita kehidupan si hawa Banyak curahan hati yang terus bergema Banyak rintihan pelik yang terus menyiksa Banyak do'a yang syahdu sebab derita Ia bukan lemah Ia juga bukan amarah Ia bukan seksual Ia adalah wanita Para jiwa yang sesat mengelabui Meminta nikmat syahwat tanpa janji suci Melecehkannya, menyiksanya sesuka hati Semacam perlakuan terhadap hewan pribadi Padahal islam menjunjung tinggi kehormatan Bak golongan priayi yang disematkan Oh sungguh naas.. Para bujang itu hilang arah Lupa atas kelahirannya Ia lahir dari rahim ibunya Malang sekali pikiran mu wahai bujang Mengadu nasib hanya hal sia-sia bagi dirimu Perilaku itu tak terjadi pada manusia biasa Menertawakan, menggoda, berlaku hal diluar nalar Membenci nasehat, mencaci petuah alim, meniadakan ...
Karya : Elmyra Amanda Terimpit berjejal dalam ambisi yang blubuh Menjurakan hati mengikis satuan emosi karena tumbuh Sedikit-sedikit kapabilitas diredam dan terbunuh Oleh nafsu manusia seperti jeraja yang patuh Sebuah ideologi manusia Mengecam aksi untuk bertuah, yang kiranya hanya perlu bermusyawarah Satuan tubuh akan saling beriringan, saat paradigmanya ter-arah Mencapai tujuan dari sebuah perundingan, itu hal yang lumrah Apakah ada garis merah? Menyatukan isme yang berbeda memanglah sulit Kebanyakan pemikiran dikotak-an agar semakin sempit Lalu lalang ujaran pun kadang tak jadi apit Padahal sejatinya itu tak amat rumit. Dialektika dalam organisasi amat dibutuhkan Sebuah upaya gencar menikam permasalahan Mempreteli hal-hal kecil agar semakin berkeyakinan Bahwa ilahiat bisa tercapai karena perkumpulan majelis yang satu pemahaman. Rumpun satu dalam berjihad Menumpas semua akar berpikir yang tidak bersanad Tujuan kita adalah sebuah tekad Menegakan kebena...